
Cashback selalu jadi jurus andalan untuk menarik perhatian pengguna belanja online. Dengan iming-iming sebagian uang belanja kembali, orang bisa dengan mudah tergoda untuk mencoba aplikasi baru. Salah satu yang sedang ramai dibicarakan adalah MOVA, aplikasi yang mengklaim bekerja sama dengan Shopee dan TikTok untuk memberikan cashback eksklusif serta membuka jalur afiliasi berbayar senilai Rp999 ribu ini terbukti scam.
Namun, hasil penelusuran terbaru membalikkan narasi tersebut. Ketika ditanyakan langsung kepada pihak Shopee, jawaban resmi dari customer service jelas: Shopee tidak pernah bekerja sama dengan MOVA.
Klaim MOVA yang Menggiurkan
Dalam deskripsinya, MOVA mengaku bisa memberi cashback kepada pengguna yang berbelanja di Shopee atau TikTok, asalkan transaksi dilakukan lewat link aplikasinya. Mereka menekankan bahwa cashback berasal dari biaya promosi brand, dan pengguna tidak perlu mengubah kebiasaan belanja.
Selain itu, MOVA juga menjual paket Partner Afiliasi seharga Rp999 ribu per tahun. Dengan bergabung, pengguna dijanjikan komisi hingga 20%, bonus rekrutmen, serta akses ke dashboard kinerja yang seolah-olah menunjukkan keseriusan bisnis.
Dari luar, klaim ini tampak masuk akal bagi yang belum paham mekanisme afiliasi resmi. Tapi, apakah benar Shopee pernah menyetujui skema ini?
Jawaban Resmi dari Shopee
Percakapan yang dilakukan dengan customer service Shopee memperlihatkan fakta mengejutkan. Ketika ditanya apakah MOVA adalah partner resmi, CS Shopee dengan tegas menjawab, “bukaaaan kakakkuu, kami tidak bekerja sama dengan MOVA yaa kak.”
Tidak berhenti di situ, CS Shopee juga menambahkan bahwa di sistem internal Shopee tidak ada informasi mengenai MOVA, baik terkait cashback maupun program afiliasi. Bahkan, mereka memperingatkan dengan jelas, “jangan diikuti yaa kakak.”
Ini adalah pernyataan langsung dari pihak Shopee yang menegaskan bahwa seluruh narasi kemitraan MOVA dengan Shopee adalah tidak benar.


Implikasi dari Bantahan Shopee
Kalau Shopee sendiri sudah menyatakan tidak ada kerja sama, maka klaim MOVA otomatis tidak benar dan terbukti scam. Cashback yang mereka janjikan tidak bisa lagi dianggap berasal dari Shopee, melainkan dari sistem internal MOVA sendiri. Artinya, ada kemungkinan besar bahwa cashback tersebut tidak memiliki dasar komisi nyata dari marketplace.
Lebih jauh lagi, paket afiliasi Rp999 ribu yang dipromosikan dengan janji komisi dari belanja Shopee menjadi semakin mencurigakan. Jika tidak ada hubungan resmi, lalu dari mana sumber komisinya? Apakah benar dari transaksi, atau sekadar putaran uang dari biaya pendaftaran anggota baru?
Mengapa Shopee Menjadi Nama yang Dipakai?
Menggunakan nama besar Shopee bukan tanpa alasan. Shopee adalah salah satu marketplace paling populer di Indonesia. Dengan mencatut nama Shopee, MOVA berharap publik lebih mudah percaya. Bagi orang awam, mendengar kata “kerja sama dengan Shopee” saja sudah cukup untuk menimbulkan rasa aman.
Namun, percakapan langsung dengan customer service Shopee justru membongkar kebohongan ini. Shopee menegaskan tidak pernah bermitra dengan MOVA dalam program cashback maupun afiliasi. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa narasi MOVA hanyalah strategi pemasaran menyesatkan yang terbukti scam.
Red Flag MOVA yang Semakin Jelas
Sebelumnya, sudah banyak tanda bahaya dari MOVA:
- Website resminya, weelinkglobal.com, tidak bisa diakses.
- Domain baru didaftarkan pada 31 Oktober 2024 dengan identitas pemilik disembunyikan.
- Email developer yang tercantum di Play Store masih menggunakan Gmail pribadi.
- Klaim eks-Huawei tanpa bukti individu atau profil profesional.
Dengan tambahan bukti dari Shopee, red flag ini semakin lengkap. Jika kerja sama utama yang selalu mereka gaungkan ternyata palsu, bagaimana mungkin masyarakat masih bisa percaya?
Rp999 Ribu: Investasi atau Jebakan MOVA?
Program partner MOVA yang mewajibkan pembayaran Rp999 ribu per tahun kini terlihat semakin berbahaya. Dengan tidak adanya kerja sama resmi dengan Shopee, sulit untuk menjelaskan dari mana asal komisi yang mereka janjikan.
Pola ini lebih mirip dengan skema MLM digital atau bahkan Ponzi. Uang pendaftaran anggota baru dipakai untuk membayar komisi anggota lama. Selama rekrutmen masih berjalan, sistem tampak lancar. Tapi begitu arus rekrutmen berhenti, semua berpotensi ambruk.
Peringatan yang Patut Didengar
Jarang sekali customer service sebuah perusahaan besar secara eksplisit meminta pengguna “jangan diikuti” ketika ditanya soal aplikasi pihak ketiga. Pernyataan ini bisa dibaca sebagai peringatan keras. Artinya, Shopee ingin memastikan bahwa pengguna mereka tidak terjebak dalam skema yang tidak jelas dan bisa merugikan.
Mendapat izin langsung untuk menyebarkan informasi ini juga penting. Publik berhak tahu bahwa klaim kerja sama MOVA dengan Shopee tidak pernah ada.
Jangan Ulangi Kesalahan Lama
Indonesia sudah sering jadi pasar empuk untuk skema Ponzi berbasis aplikasi. Dari VTube yang mengaku memberi penghasilan dari menonton iklan, JD Union yang mengandalkan cashback, hingga Grapix AI yang berkedok robot trading—semua pada akhirnya runtuh.
MOVA memperlihatkan pola serupa: narasi manis, biaya pendaftaran, bonus rekrutmen, dan klaim kerja sama dengan brand besar. Bedanya, kali ini nama Shopee yang mereka bawa-bawa. Tapi Shopee sendiri sudah angkat bicara dan membantah keterlibatan.
Edukasi Jadi Senjata Utama
Pernyataan langsung dari Shopee sudah cukup untuk membuka mata bahwa MOVA terbukti scam. MOVA bukan partner resmi Shopee, cashback yang mereka tawarkan tidak punya dasar kemitraan nyata, dan program afiliasi Rp999 ribu makin terlihat seperti jebakan.
Sebagai pengguna, kita harus belajar lebih kritis. Jangan langsung percaya hanya karena sebuah aplikasi menyebut nama besar. Selalu cek ke sumber resmi, seperti yang sudah dilakukan melalui customer service Shopee.
Cashback memang menggiurkan, tapi jangan biarkan iming-iming itu membuat kita lengah. Ingatlah, di dunia digital, tidak semua yang berkilau adalah emas.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi berdasarkan informasi publik dan hasil percakapan dengan customer service Shopee. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk merugikan pihak mana pun, melainkan memberi analisis kritis agar masyarakat lebih waspada. Segala keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan aplikasi MOVA sepenuhnya ada di tangan pembaca.