Alasan Kenapa Muhammad Ali Adalah Petinju Terbaik Sepanjang Masa

Ali adalah petinju terbaik sepanjang masa, Julukan “The Greatest” disematkan sendiri oleh Muhammad Ali ataupun diberikan publik pencintanya bukan tanpa alasan. Kepiawaiannya di atas ring tinju kelas berat mampu menyedot perhatian khalayak dari berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, jalanan akan sepi jika petinju kelahiran 17 Januari 1942 itu berlaga.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan Ali dua kali,” kata Mike Tyson, saat ditanyai komentarnya terkait kehebatan idolanya itu dalam video wawancara yang beredar di laman youtube.

Muhammad Ali bukanlah petinju sempurna tanpa kekalahan, tapi yang membuatnya istimewa adalah ketika Ali mampu membalas kekalahannya di pertandingan ulang.

Alasan Kenapa Muhammad Ali Adalah Petinju Terbaik Sepanjang Masa
Muhammad Ali vs Joe Friezer adalah salah satu pertandingan terbaik sepanjang masa

Ada 3 pertandingan yang sangat fenomenal ketika Ali kalah dan Ali juga bangkit dan menang di laga berikutnya.

Kekalahan pertama Ali didapatkan saat menghadapi rival terbesarnya, Joe Frazier, 8 Maret 1971. Joe Frazier menang angka mutlak pada pertemuan pertama dan berhasil mengkanvaskan Ali di ronde 11 dengan pukulan hook kirinya. Walaupun dalam pertandingan itu Muhammad Ali mampu bertahan hingga pertarungan usai.

“Dia (Frazier) adalah juara yang babak belur,” ujar Muhammad Ali, menanggapi hasil itu setelah mengetahui Frazier harus ke rumah sakit dengan wajah babak belur mendapatkan perawatan intensif hampir sebulan lamanya.

Banyak yang menilai Ali terlalu dini menantang Frazier setelah hanya melewati dua pertandingan pemanasan setelah tiga setengah tahun tidak boleh naik ring sebagai hukuman menolak wajib militer ke Vietnam.

Ali vs Frazier kembali dipertemukan di pertandingan kedua dan ketiga, dimana kedua duel tersebut dimenangkan oleh Ali.

Pertarungan Ali dan Frazier disebut sebagai pertarungan terbaik yang akan terus dikenang sampai saat ini. Rivalitas keduanya melahirkan tontonan tinju berkelas dan terbaik sepanjang masa.

Bagi Ali, itu adalah pertarungan yang menuntut dirinya begitu dekat dengan kematian. Dalam biografinya, Ali sempat berkata, “Frazier berhenti sebelum saya. Saya pun tak berpikir bisa melawannya lagi saat itu.”


Kekalahan berikutnya didapatkan saat menghadapi Ken Norton, 31 Maret 1973. Bahkan, Ali harus merasakan rahangnya patah oleh pukulan Norton. Namun, perjuangan Ali yang pantang menyerah menghasilkan kemenangan split bagi Norton.

Banyak pengamat menilai, kekalahan Ali itu lantaran terlalu menganggap enteng lawan.

Selanjutnya, ALi dan Norton kembali melakukan pertandingan ulang sebanyak 2 kali dan Ali berhasil memenangkan dua laga tersebut dengan kemenangan angka mutlak.

Leon Spinks menjadi petinju lain yang mengalahkan Ali, 15 Februari 1978. Ali yang menerapkan gaya ‘rope a dope’ ternyata tidak membuat Spinks yang jauh lebih muda keletihan. Namun, Spinks hanya meraih kemenangan angka 2 dari 3 juri memenangkan Spinks.

Di Pertemuan kedua, Ali menang angka mutlak atas Spinks dan sukses mencatatkan rekor juara dunia tinju kelas berat untuk ketiga kalinya.


Ali tidak pernah kalah KO, itu jadi bukti ketangguhan Ali di ring tinju. Bahkan ketika harus jatuh saat menerima pukulan telak lawan, Ali kembali bangkit dan memenangkan dua dari tiga pertarungan.

Banyak pengamat tinju dunia yang menilai bahwa Ali tahan pukul atau punya dagu yang kuat.

Sementara Ali pun berkomentar soal dirinya yang tahan pukul itu. “Tidak banyak yang tahu aku punya dagu yang kuat karena aku tidak benar-benar membuat orang melihatnya,” kata petinju dengan salah satu pertahanan terbaik sepanjang masa itu.

Soal sisi kemanusiaan dan perjuangannya membela hak-hak masyarakat kulit hitam (Afro-Amerika) di Amerika hingga akhir hayatnya membuatnya disejajarkan dengan pejuang hak asasi bagi warga kulit hitam lainnya macam Martin Luther King Jr, hingga Nelson Mandela.

Tapi, ring tinju yang dia sebut hanya panggung untuk memperkenalkannya ke dunia membuat cabang olah raga itu meraih fase keemasan. Ali merupakan pionir dan ikon tinju.

Siapa sosok petinju terbaik kelas berat sepanjang masa, masih jadi perdebatan sengit para pakar tinju dunia. Tapi Muhammad Ali punya semua instrumen sebagai petinju terhebat yang pernah ada, kecepatan, agilitas, tahan pukul, tak kenal takut, hingga kepiawaiannya mempromosikan pertandingannya dengan rasa percaya diri amat tinggi.

Dia bukan hanya seorang juara dunia tinju yang lengkap, tapi juga entertainer sejati, sosok yang pernah menjadi yang paling terkenal di dunia, mungkin juga hingga kini.

Yuk tonton video Alasan Kenapa Muhammad Ali Adalah Petinju Terbaik Sepanjang Masa

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *